Sabtu, 28 Februari 2009

PERSIK GILAS WAMENA

Persik Menang 1-0 Lawan Persiwa Wamena

Kediri- Persik Kediri menang 1-0 melawan tim papan atas Persiwa Wamena, dalam Liga Indonesia putaran kedua di Stadion Brawijaya Kediri, Sabtu (28/2/2009) sore.

Gol dicipatkan Saktiawan Sinaga di menit ke 55 babak pertama Gol dari jarak jauh Sakti terjadi setelah menyelesaikan umpan manis dari Ronald Faqundes, di luar kotak pinalti. Sehingga, kedudukan di awal babak kedua ini menjadi (1-0) untuk Persik Kediri dalam ajang Indonesia Super Liga (ISL) .

Sementara itu, upaya Persik Kediri untuk memperbesar kedudukan terus dilakukan. Anak-anak asuh Aji Santoso itu terus menggempur serangan Persiwa Wamena, meski dari babak pertama terlihat kurang dapat memanfaatkan peluang yang tercipta

Hingga babak kedua berakhir kedudukan sama 1-0. Menanggapai hasil tersebut, manajer Persik Iwan Budianto, mengaku puas. Sebab lawan yang dihadapi, cukup berat. “Tim Persiwa Wamena masuk papan atas kita bisa menang satu saja sudah cukup bagus”, ujar Iwan Budianto. (nal)
======

Kediri,-Tingginya curah hujan yang turun akhir-akhir ini membuat akses jalan menuju ke kawasan Wisata Gunung Kelud di Kecamatan Sidowaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri tergerus.

Akibatnya, kendaraan roda empat (mobil, red) hanya mampu sampai di tempat parkir tengah, atau 5-6 km dari pos jaga.

Gerusan air hujan mengikis bahu jalan aspal selebar 3 meter di perbukitan. Tepatnya, berada pada jarak 3 km sebelum area lokasi fenomena Anak Gunung Kelud, yang menjadi salah satu wisata andalan Kabupaten Kediri.

Kepala Pos Jaga Gunung Kelud, Khorul mengatakan, bahu jalan yang terkikis air hujan kini tinggal setengah. "Lokasinya berada di Km 5-6 dari pos jaga. Bahu jalan tinggal setengah, sehingga mobil tidak dapat melintasinya. Namun, untuk pengendara sepeda motor, tidak ada masalah," kata Khoirul, yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (28/2/2009) pagi.

Longsor pada akses jalan mulai terjadi, imbuh Khoirul, sejak hari Selasa (24/2/2009) lalu. "Genangan air hujan yang berada di jalan memikis, membuat tepian jalan longsor," kata Khoirul.

Sementara itu, imbuh Khoirul, bagi mereka (pengunjung, red) yang menaiki mobil disediakan tempat parkir tengah.

Kemudian, terus Khoirul, untuk sampai ke lokasi, petugas wisata menempatkan jasa ojek. "Di situ banyak jasa ojek yang dapat digunakan pengunjung untuk sampai ke lokasi. Jadi, tidak ada masalah," papar Khoirul.

Untuk mengatasi masalah itu, Khoirul mengaku, pihak terkait yakni, Dinas Kimraswil dan pelaksana proyek langsung bekerja.

"Kurang lebih seminggu, akses jalan sudah dapat normal kembali, karena pihak-pihak terkait sudah langsung terjun ke lokasi, untuk membenahi," tandasnya.

Khoirul juga mengungkapkan, selama akses jalan longsor, tidak ada penurunan penungunjung.

"Pengunjung tetap, yakni berkisar antara 30-50 orang per harinya. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada para pengunjung, agar tidak khawatir," himbaunya.

Terpisah, Ketua Pos Pantau Gunung Kelud, Khoirul Huda mengaku, dalam kondisi curah hujan tinggi ini tidak ada aktifitas yang ditujunkan Gunung Kelud. Oleh karena itu, tidak ada masalah bagi para pengunjung yang datang.

"Memang benar ada longsor pada akses jalan menuju ke lokasi, namun saat ini dapat perbaikan. Oleh karena, tidak usah khawatir. Pengunjung, tetap dapat menikmati Gunung Kelud," tandasnya.. (nal)
====


Kediri,-Endang Aman (39), warga Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung harus mendekam di sel tahanan Polwil Kediri. Pasalnya, bapak dua anak itu terbukti melakukan aksi pembobolan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Serut III, dan mengambil barang-barang eletronik bernilai puluhan juta rupiah.

Aksi garong (mencuri, red) itu dilakukan Endang seorang diri, Kamis malam lalu. Setelah berhasil mencongkel jendela, dan merusak kaca nako, pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu langsung menggasak sejumlah benda-benda milik sekolah yang berada di ruang guru.

Tidak tanggung-tanggung, satu unit komputer merk DELL, satu unit electone merk Casio, dan satu buah printer merk HP disikat oleh Endang. Merasa aman, kemudian barang-barang itu dibawa pulang, sambil menunggu waktu yang tepat untuk menjualnya.

Belum sempat menikmati hasil curian, Endang malah didatangi oleh beberapa petugas dari Satuan Reskrim Polwil Kediri. Ia dicerca sejumlah pertanyaan tentang barang yang ia sembunyikan di rumah tersebut.

"Dari laporan Dimyati, Kepala Sekolah SDN Serut III, kemudian kita melakukan penyelidikan. Hasilnya, kita memperoleh informasi bahwa barang-barang milik sekolah tersebut dicuri oleh Endang,"ujar Brigadir Basuki, salah seorang anggota Sat Buru Sergap (Buser) Polwil Kediri, Sabtu (28/2/2009).

Awalnya, Endang berkilah bahwa barang-barang itu ia peroleh dari daerah Salatiga. Namun, petugas yang tidak mau diperdayai, langsung memeriksa barang tersebut.

"Kami menemukan tulisan milik SDN Serut III di dalam komputer, sehingga Endang tidak bisa menyangkal,"tandasnya.

Endang pun hanya bisa pasrah saat digelandang petugas, untuk dibawa bersama barang-barang hasil curian itu ke Polwil Kediri. Kepada petugas, Endang menangku barang itu akan ia jual, dan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 5 tahun pejara,"ujar Kasubbag Reskrim Polwil Kediri Kompol Andris Wewengkang. (nal)